Danilo Fernando Curhat Tinggalkan Orang Tua Demi Bola

Info Seputar Sepakbola Kediri Raya | Persik.co.id

Danilo Fernando Curhat Tinggalkan Orang Tua Demi Bola

PERSIK.CO.ID – Apa yang ada di benak Persikmania ketika mengingat Danilo Fernando? Ya, sang legenda Persik Kediri ini adalah bagian dari trio Amerika Latin bersama Ronald Fagundez dan Cristian Gonzalez yang sangat disegani era 2006-2008. Legenda tim Macan Putih ini bermain sebagai seorang gelandang serang yang dikenal memiliki daya jelajah tinggi dan kemampuan tendangan geledek yang memaksa kiper lawan mati kutu. Perannya begitu sentral bagi Persik Kediri.

Danilo Fernando memiliki kenangan indah bersama Persik Kediri. Legiun asing Brasil yang lahir di Sao Paulo pada 8 Juni 1979 ini pernah mengantarkan masa kejayaan kala membawa Persik Kediri juara Liga Indonesia 2006. Selain itu momen tak terlupakan lainnya ketika Danilo bersama tim Macan Putih yaitu berhasil menahan imbang 3-3 melawan Urawa Red, mengalahkan Sydney FC dengan skor 2-1 dan menekuk lutut Shanghai Shenhua dengan skor 1-0 pada AFC Champions League 2007.

“Persik adalah salah satu klub yang membesarkan nama saya di sepak bola Indonesia dan satu-satunya yang selama ini masih mengingat saya sebagai seorang legenda,” kata Danilo Fernando kepada Koran Kompas.

Baca Juga : Ini yang Dikerjakan Ronald Fagundez Setelah Pensiun Bola

Sebagai bentuk apresiasi Persik Kediri untuk mengenang sang legenda, tim yang berkandang di Stadion Brawijaya ini pernah mengundang mantan pemain-pemain asing top Liga Indonesia pada tahun 2020 saat launching tim Persik Kediri sebelum pandemi Covid-19. Di dalamnya termasuk dua legenda Persik Kediri, Danilo Fernando dan Ronald Fagundez. Danilo Fernando kala itu sangat antusias saat bereuni dengan Persik Kediri setelah 13 tahun lamanya. Agenda ini membuat Danilo Fernando kembali menyelam ke masa lalu. Ia rindu bagaimana gegap gempita Stadion Brawijaya dan euforia Persikmania.

Perjalanan Karir Sang Legenda

Menengok jauh ke belakang dalam perjalanan karirnya, proses yang dilalui Danilo Fernando tidaklah mudah, cukup panjang. Meski berasal dari Brasil, ia justru lama bermain di luar negeri ketimbang negaranya sendiri.

Danilo Fernando mengaku berasal dari desa di Piracicaba, dengan membutuhkan waktu tempuh dua jam dari pusat Kota Sao Paulo. Sejak masa kecil hingga remaja sering ia habiskan waktu dengan bermain bola. Bakat olah bola secara murni ia dapatkan lewat bermain di kampung.

Baca Juga : Ada yang Kangen Cristian Gonzales? Begini Kondisinya Sekarang

Tinggalkan Orang Tua Demi Bola

Hingga akhirnya ia berani membulatkan tekad fokus pada sepak bola ke level yang lebih tinggi. Termasuk ikut di akademi bermain di level kasta kedua dan ketiga, sampai ia harus merantau ke luar negeri, meninggalkan kedua orang tuanya.

Klub Belanda, Fortuna Sittard menjadi tim luar negeri pertama yang ia singgahi, sebelum ia kembali ke Brasil, dan mengadu nasib di Indonesia yang membuatnya semakin sukses. “Setelah belajar di akademi Brasil, saya punya kesempatan main di luar negeri dan 1998 di Belanda, meski setelah itu kembali ke Brasil, dan main di beberapa klub,” terang Danilo Fernando.

Cukup singkat kiprahnya di negara sendiri, atau hanya sekitar dua tahun saja. Lantas ia datang ke Indonesia di tahun 2002 dan langsung mempersembahkan gelar juara bagi Petrokimia Putra Gresik. Kariernya semakin mengkilap hingga ke sejumlah tim besar lainnya termasuk Persik Kediri.

“Sejak kecil sudah jadi cita-cita saya di sepak bola, ada dukungan penuh dari orang tua. Bagi saya perlu tertanam mental yang kuat, meski harus meninggalkan orang tua saya, merantau ke negara lain,” ungkapnya. Bagi Danilo, disebutnya tidak ada perbedaan yang mencolok antara kultur sepak bola di negaranya dengan di Indonesia. Ia yakin sepak bola Indonesia memiliki masa depan cerah layaknya di Brasil, lantaran banyaknya kesamaan yang dimiliki.

“Tidak ada perbedaan terlalu jauh, karena Indonesia dan Brasil sama-sama gila bola, sama situasi dan lingkungannya. Di mana area kosong bisa digunakan main bola. Cuma perbedaan klub pada strukturnya sudah lebih ke arah Industri, Indonesia juga mulai mengikuti,” jelas Danilo Fernando.

Baca Juga : Youssef Ezzejjari, Bomber Persik The Next El Loco?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: