Kemenangan Persik Atas PSIM, Dinodai Aksi Kericuhan

Info Seputar Sepakbola Kediri Raya | Persik.co.id

Kemenangan Persik Atas PSIM, Dinodai Aksi Kericuhan

PERSIK.CO.ID – Pertandingan antara Persik Kediri vs PSIM Yogyakarta telah selesai pada hari Senin (2/9) sore kemarin. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Persik Kediri dengan skor 2-0. Kekalahan yang diterima oleh PSIM Yogyakarta ini sepertinya memicu suporter PSIM untuk melakukan aksi kerusuhan.

Baca Juga : Dapat Sanksi, Dua Pemain Utama Persik Tak Boleh Main

Kejadian ini di awali dengan pelemparan botol yang dilakukan oleh suporter PSIM Yogyakarta. Persikmania yang awalnya tidak membalas, akhirnya mulai membalas karena pelemparan yang berulang.

Aksi saling lempar tidak terpuji ini pun dilakukan kedua pendukung, antara Persikmania yang berada di tribun utara dengan Brajamusti yang berada di tribun barat. Tidak berhenti sampai disana,kericuhan pun mulai terjadi pada luar area Stadion Brawijaya, Kediri.

Widodo selaku Panpel Persik Kediri pun sangat menyayangkan atas terjadinya kericuhan yang melibatkan kedua suporter. Karena awalnya kedua suporter melakukan komunikasi dengan baik.

Setidaknya ada 20 orang yang harus dilarikan ke Rumah Sakit akibat adanya bentrokan antar suporter ini.

Presiden Brajamusti, Muslich Burhanudin, juga menyayangkan terjadinya insiden ini. Ia mengatakan bahwa saat suporter Persik Kediri bertandang ke markas PSIM, di Stadion Mandala Krida, hubungan kedua suporter masih baik. Bahkan setelah pertandingan mereka sempat membawa beberapa suporter Persik Mania untuk jalan-jalan di Malioboro.

Baca Juga : GoPay Resmi Sponsori Persik Kediri Liga 2 2019

Sehingga terjadinya hal ini sangat disayangkan oleh berbagai pihak yang bersangkutan. Namun Muslich juga mengatakan bahwa ia tidak tahu menahu tentang senjata tajam serta beberapa peralatan berbahaya yang ditemukan pihak Kapolres Kediri saat memeriksa kendaraan salah satu suporter PSIM Yogyakarta.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf sebagai perwakilan dari Brajamusti kepada Panpel pertandingan, pemerintah kota kediri, Persikmania, Cyberxtrem, serta masyarakat kediri atas kejadian ini. Muslich berharap bahwa kejadian ini tidak di manfaatkan oleh beberapa oknum tertentu untuk memecah belah sepak bola di Indonesia.


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: