Menpora RI : Jangan Tunda Pemberian Hadiah Lagi

Info Seputar Sepakbola Kediri Raya | Persik.co.id

Menpora RI : Jangan Tunda Pemberian Hadiah Lagi

PERSIK.CO.ID – Pencarian hadiah merupakan salah satu permasalahan yang klasik yang sering kali terjadi pada dunia persepakbolaan Indonesia. Seperti yang saat ini di alami oleh Persik Kediri. Hingga kini, hadiah Juara Liga 3 yang mereka raih belum juga dibayarka oleh Pihak PSSI.

Baca Juga : Persik Kediri Pasrah, PSSI Belum Cairkan Hadiah Uang Juara Liga 3

Saat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi di tanya perihal kabar negatif itu, ia mengaku baru mengetahui hal ini dari para pewarta.

Nahrowi mengatakan bahwa hadiah itu sudah menjadi hak Persik Kediri, sehingga PSSI seharusnya segera membayarkannya.

Terlebih lagi saat ini Persepakbolaan Indonesia sedang mengalami masa sulit, sehingga hal ini bisa memperburuk wajah persepakbolaan Indonesia di mata masyarkat. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada PSSI agar segera memberikan apa yang menjadi hak Persik Kediri. Jangan sampai di tunda-tunda lagi.

Tak hanya hadiah juara Liga 3 saja yang belum dibayarkan, tetapi hadiah bonus untuk kategori pemain terbaik dan Top scorer pun sampai saat ini juga belum dibayarkan. Sehingga total hadiah yang seharusnya menjadi hak Skuat Macan Putih itu adalah sebesar Rp 330 juta. Hadiah juara Liga 3 sebesar Rp 300 juta, dan Rp 15 juta untuk masing masing gelar pemain terbaik dan Top Scorer yang di raih oleh Galih Akbar Febriawan dan Septian Satria Bagaskara.

Nahrowi mengaku kecewa dengan kebiasaan lama yang masih ditemukannya itu. Tentang pencairan hadiah yang tertunda. Ia mengatakan bahwa ia memahami kondisi tim jika menerima terpaan hal negatif seperti itu. Setiap klub pasti ingin selalu menampilkan yang terbaik dalam liga yang kompetitif. Tidak hanya kondisi pemain yang prima namun juga sehat dalam kondisi keuangan. Karena keuangan terebut nantinya juga akan dipakai untuk persiapan tim dan juga perbaikan manajemen yang ada.

Baca Juga : Hadiah Liga 3 Belum Dibayar, Persik Bingung Mengadu ke Mana

Menurut Nahrowi, seharusnya hal seperti ini sudah tidak terjadi lagi dalam penyelenggaraan event olahraga apapun. Terutama pada dunia persepakbolaan Indonesia yang kini masih dalam masa sulit. Terlebih lagi, Setiap event juga pastinya sudah merencanakan mengenai hak siar, bonus, dan hadiah sejak awal. Jadi sudah seharusnya mereka tidak menunda lagi pencairan hadiah tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: