Ihwal Pertempuran Wakil Indonesia vs Australia

Persatuan Sepak Bola Indonesia Kediri | Persik.co.id

Ihwal Pertempuran Wakil Indonesia vs Australia

PERSIK.CO.ID – Langkah pertama berhasil dilalui dengan mulus oleh Persija Jakarta di ajang Kualifikasi Liga Champions Asia (LCA). Menghadapi Home United di Jalan Besar Stadium, Singapura, Selasa (5/2/2019) Persija menang dengan skor 3-1. Namun, kemenangan tersebut barulah awal. Persija belum pasti mewakili Indonesia di turnamen tertinggi antarklub Asia itu.

Baca Juga : Persik Kediri, Djayati!

‘Macan Kemayoran’ masih akan melewati dua ujian lagi untuk bisa berpartisipasi di LCA 2019. Nah, usai menang menghadapi Home United, Persija akan bersua tim asal Australia, Newcastle Jets. Pertandingan yang akan dihelat di Stadion McDonald Jones, Newcastle, Australia, pada Selasa (12/2/2019) mendatang, itu menjadi laga yang harus dimenangi oleh anak asuh Ivan Kolev.

Berhadapan dengan klub asal Australia, Persija tak perlu merasa rendah diri. Pasalnya, saat ini klub berjuluk The Jets itu tengah dalam kondisi limbung.Dari 17 pertandingan A-League yang sudah dijalani oleh Newcastle, hanya lima kemenangan dan tiga kali imbang yang mampu mereka raih, sementara sisanya berakhir dengan kekalahan. Anak asuh Ernie Merrick ini pun bertengger di posisi ketujuh dari total 10 klub yang ikut serta dalam kompetisi teratas sepak bola Australia. Selain soal tren penampilan Newcastle, Persija juga boleh percaya diri bila melihat duel antara klub Indonesia vs klub Australia. Intinya, peluang untuk meraih kemenangan akan selalu hidup. Untuk itu, mari simak rangkuman duel yang mempertemukan tim asal Indonesia dengan tim asal Australia berikut ini.

Persik Kediri vs Sydney FC

Duel pertama wakil Indonesia dan Australia terjadi di ajang fase grup Liga Champions Asia musim 2007. Ketika itu, Persik Kediri yang menjadi wakil ‘Merah Putih’ sukses mengalahkan Sydney FC dengan skor 2-1. Ada beberapa faktor yang membuat ‘Macan Putih’ menang pada pertandingan yang digelar pada 11 April 2007 itu. Pertama tampilnya Persik di depan penontonnya. Kendati laga sempat dipindah akibat Stadion Brawijaya tak seusai dengan kriteria AFC, Persikmania tetap mendampingi Persik yang tampil di Stadion Manahan Solo. Selain itu, jam sepak mula yang digelar pada siang hari menjadi modal untuk Persik. Ya, kala itu jam sepak mula dimulai pada pukul 10.30 WIB jadwal itu mundur dari waktu yang sebelumnya ditentukan karena lapangan yang banjir akibat hujan deras.

Bertanding di bawah teriknya matahari menguntungkan untuk Persik. Anak asuh Daniel Rukito itu memang kebobolan lebih dulu di menit kedelapan melalui Steve Corica. Namun, seperempat jam laga berjalan, Aris Budi Prasetyo berhasil membuat kedudukan seimbang. Petaka bagi tim tamu hadir pada awal babak kedua usai Ruben Zadkovich menerima kartu merah. Unggul jumlah pemain dimanfaatkan betul oleh Persik, Budi Sudarsono yang baru masuk pada menit ke-68 berhasil mencetak gol usai dua menit berada di lapangan. Gol yang mengunci kemenangan Persik pada pertandingan tersebut.

Sydney FC vs Persik Kediri

Tak seperti pertemuan pertama, laga leg kedua tak menyenangkan untuk kubu Persik Kediri. Tampil di Leichhardt Oval, Persik tak mampu berbuat banyak. Bermain dengan skuat utama seperti Cristian Gonzalez, Budi Sudarsono, dan Ronald Fagundez, Persik harus menyerah dengan skor 0-3. Gawang Persik yang saat itu dijaga oleh Kurnia Sandy harus bobol oleh dua gol Steve Corica dan satu gol Alex Brosque.

Adelaide United vs Persipura Jayapura

Segudang masalah menemani Persipura dalam lawatannya ke markas Adelaide United dalam playoff Liga Champions Asia. Pertama, soal ikut tidaknya Persipura di babak playoff kali ini. Awalnya, Persipura diputuskan oleh AFC tidak bisa ikut di turnamen Liga Champions Asia akibat tidak ikutnya mereka di kompetisi di bawah PSSI. Ya, ketika itu PSSI sedang mengalami dualisme dan kompetisi yang diakui adalah Indonesia Premier League.

Namun, diterimanya banding Persipura oleh Badan Arbitrase Olahraga International membuat mereka bisa ikut bermain dari babak kualifikasi. Berikutnya, kendala visa yang dialami oleh beberapa pilar utama ‘Mutiara Hitam’. Bio Paulin, Zah Rahan, dan Ortizan Solossa harus menunggu hingga menit terakhir untuk bisa memastikan diri ikut ke Australia. Selain itu, kapten Boaz Solossa juga tak bisa bermain di pertandingan kali ini akibat cedera. Segala persoalan itu bermuara dengan kalahnya Persipura 0-3 atas tuan rumah. Hasil yang membuat anak asuh Jacksen F Tiago tak mampu menembus kompetisi tertinggi antarklub Asia itu.

Central Coast Mariners vs Sriwijaya FC

Selain di kompetisi Asia, pertemuan klub Tanah Air dengan Australia juga sempat terjadi pada turnamen Piala Menpora yang digelar pada 20-29 September 2013 lalu. Dua kota yakni Bandung dan Malang terpilih menjadi tempat diselenggarakannya turnamen tersebut. Turnamen yang diikuti oleh delapan tim ini dihadiri pula oleh wakil Australia, Central Coast Mariners (CCM). Wakil ‘Negeri Kangguru’ ini bahkan lolos hingga babak final.Pada fase penyisihan, Central Coast Mariners bergabung di Grup A bersama Persib Bandung, Sriwijaya FC, dan Malaysia U-23. Membuka turnamen dengan menghadapi Sriwijaya FC, Marcos Flores dan kolega berhasil memetik kemenangan. Bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Central Coast Mariners berhasil menang dengan skor 2-0.

Central Coast Mariners vs Persib Bandung

Berikutnya, giliran tuan rumah Persib Bandung yang menjadi lawan bagi Central Coast Mariners. Laga baru berjaalan 10 menit namun dua gol sudah berhasil tercipta.Gol pertama lahir untuk CCM melalui Nick Fitzgerald di menit ketiga. Akan tetapi, lima menit kemudian Kenji Adachihara berhasil menyamakan kedudukan. Persib kemudian berhasil unggul lagi melalui tendangan jarak jauh Mbida Messi. Namun, dua gol berhasil dibuat oleh CCM melalui Marcos Flores. Saat laga sepertinya akan dimenangi oleh CCM, Persib mampu menyamakan kedudukan. Adalah Hilton Moreira yang membuat skor kembali imbang 3-3 dan bertahan hingga laga berakhir.

Baca Juga : Pembuktian Persik Kediri Pada Suporter Setianya

Central Coast Mariners vs Arema FC

Hasil imbang menghadapi Persib membuat CCM berhasil melaju ke pertandingan final. Di partai puncak, lag-lagi wakil Indonesia yang menjadi lawan dari CCM. Kali ini Arema Cronus yang berduel merebut gelar juara. Tampil di Kanjuruhan, Malang, CCM tak berdaya atas ‘Singo Edan’. Dua gol dari Keith Kayamba Gumbs hanya bisa dibalas oleh Marcos Flores. Laga pun berakhir untuk kemenangan dari Arema FC dengan skor 2-1

Hingga saat ini, sudah enam kali pertemuan yang terjadi antara klub Indonesia dengan Australia. Dari situ, wakil-wakil Tanah Air mengemas dua kemenangan, sekali imbang, dan tiga kali kalah.Dua dari tiga kekalahan itu terjadi ketika Persik dan Persipura menjalani partai tandang. Lantas, bagaimana dengan hasil akhir yang didapat Persija saat melawat ke markas Newcastle Jets? Menarik dinantikan.

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: