Persik Tumbuh Tak Berisik

Persatuan Sepak Bola Indonesia Kediri | Persik.co.id

Persik Tumbuh Tak Berisik

PERSIK.CO.ID – Kesebelasan Persik Kediri akhirnya lolos dari lobang jarum. Perjuangan panjang untuk lepas dari kasta liga 3 nasional PSSI 2018 berbuah manis setelah jatuh bangun mengumpulkan kemenangan di grup G.

Kerja keras skuad tim Macan Putih patut diacungi jempol. Takdir buruk tersungkur ke liga 3 tak membuat anak asuh Alfiat ini jera. Bukan hanya berjuang untuk kembali ke liga 2, Septian Satria Bagaskara dan kawan-kawan juga memperjuangkan kembali kepercayaan Persikmania kepada mereka. “Itu kerja keras yang luar biasa menghabiskan fisik dan psikis,” kata Beny Kurniawan, Manager Persik Kediri, Kamis 20 Desember 2018.

Baca Juga : 12 Pelatih yang Melamar Jadi Arsitek Persik Kediri

Beny mengisahkan, jatuhnya Persik ke kasta terendah kompetisi sepak bola Indonesia adalah tragedi. Bagi klub yang pernah menyandang predikat juara umum Liga Indonesia dua kali dan berlaga di Liga Champions Asia, kejatuhan Persik ke liga 3 adalah mimpi buruk. “Itu kecelakaan sejarah yang tak boleh terulang,” kenang Beny.

Tak sekedar menggadaikan kehormatan klub, bermain di liga 3 juga menurunkan derajat Persik menjadi tim amatir. Padahal pengurus Persik tak pernah berhenti memperlakukan tim mereka sebagai klub profesional.

Meski menyakitkan dan membuat mental pemain anjlok, satu per satu laga di liga 3 dilakoni. Situasi ini tak pernah dialami Persik sebelumnya. Di tengah larangan penggunaan dana APBD untuk klub sepak bola, tim ini harus mampu bertahan hidup dari sumber lain. “Sementara posisi kami di liga tiga sangat sulit untuk mendapatkan sponsor,” kata Beny.

Namun seperti janji Tuhan, selalu ada jalan bagi siapapun yang berusaha, termasuk Persik. Dalam situasi yang serba sulit, militansi pemain dan pengurus Persik makin terasah. Kedekatan emosional antar pemain dan manajemen telah berubah menjadi keluarga.

Satu per satu kepercayaan tumbuh. Kesetiaan Persikmania kepada mereka menjadi dopping terkuat untuk bertahan di masa sulit. Perlahan-lahan Persik Kediri bangkit dan menjalani pertandingan di liga 3 dengan penuh dedikasi. “Sampai kapanpun kami adalah Persikmania, jatuh bangun kami lalui bersama,” kata Endro, suporter Persik di Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Bocah belasan tahun ini mengaku tak pernah absen ke Stadion Brawijaya Kediri saat Persik berlaga. Bersama teman-temannya, Endro tak berhenti mengeluk-elukkan tim kesayangannya. Dia terlanjur jatuh hati pada tim ini sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Kala itu wajah beken pemain Persik seperti Christian Gonzales memenuhi kamar tidurnya melalui poster.

Keterpurukan Persik sebagai tim besar ke liga 3 turut menjadi perhatian Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrowi. Dia meminta pengurus Persik Kediri aktif mencari sponsor untuk membiayai klub. Menpora berharap Persik bisa kembali masuk ke Liga 1 kompetisi sepak bola setelah terpuruk ke Liga 3.

Menurut Imam, peluang Persik untuk bangkit dari keterpurukan menuju Liga 1 masih terbuka lebar. Loyalitas suporter serta potensi pemain muda Kediri menjadi modal besar bagi klub yang pernah menjuarai Liga Indonesia dua kali berturut-turut ini. “Dulu Persik menjadi barometer kejayaan sepak bola di Jawa Timur dan menjadi tim yang menakutkan bagi klub-klub lain,” kata Imam Nahrowi saat bertemu suporter Persik di Kediri, 7 April 2018 lalu.

Dia juga berharap kepengurusan Persik dilakukan dengan profesional. Sebab kunci kesuksesan pengelolaan klub sepak bola, menurut Imam Nahrowi, adalah memiliki pengurus dan manajemen baik, suporter yang loyal, sponsor kuat, serta regulasi yang mendukung perkembangan sepak bola.

Pesan itulah yang diterapkan Beny Kurniawan di klubnya. Di tengah keterbatasan anggaran, pengelolaan Persik dilakukan secara profesional dan terukur. Transparansi keuangan dilakukan untuk membangun soliditas pengurus. Selain soal akuntabilitas, pengelolaan yang bersih akan membangun kepercayaan pemain dan suporter.

Tak hanya teknis, manajemen Persik juga berjuang untuk mendapat peluang lolos dari liga 3. Salah satunya dengan mengajukan diri sebagai tuan rumah dalam 8 besar liga 3 tahun 2018. Dengan menjadi tuan rumah di putaran laga 16-22 Desember 2018, peluang Persik untuk mengumpulkan poin makin terbuka lebar. “Kepercayaan diri pemain akan meningkat karena didukung suporter,” terang Media Officer Persik Canda Adi Surya.

Setelah melalui perjuangan keras, PT Liga Indonesia akhirnya benar-benar menunjuk Persik Kediri tuan rumah penyelenggaraan babak 32 besar. Menurut Canda, Persik dinilai layak menjadi tuan rumah karena kondisi stadion yang bagus dan representatif. Selain Persik, PSGC Ciamis juga memenangkan kontes menjadi tuan rumah setelah menyingkirkan PSCS Cilacap yang juga berambisi menggelar babak penentuan promosi ke Liga 2.

Baca Juga : Budi Sudarsono, Ular Piton Spesialis Gol Indah

Seperti diduga, dukungan belasan ribu suporter setiap kali Persik berlaga menjadi amunisi besar bagi anak asuh Alfiat. Dengan gemilang Persik melewati laga kandang hingga lolos menjadi juara Liga 3 dan lolos ke liga 2.

Menurut Beny Kurniawan, keberhasilan ini tak lepas dari kesetiaan pemain asli Kediri yang masih setia bermain di liga 3 dengan status amatir. Dedikasi mereka patut mendapat apresiasi tertinggi demi kembalinya kejayaan Persik Kediri di kancah sepak bola nasional.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: