Asal Usul Logo, Warna Kebesaran, dan Julukan Persik Kediri

Info Seputar Sepakbola Kediri Raya | Persik.co.id

Asal Usul Logo, Warna Kebesaran, dan Julukan Persik Kediri

PERSIK.CO.ID – Hai Sobat Persikmania! Pasti banyak yang penasaran dan belum tau mengenai asal usul Persik Kediri. So guys, yuk simak critanya baik-baik!

LOGO

Logo Persik berbentuk segi lima dengan warna latar merah dan hitam. Di dalam segi lima itu terdapat dua gapura berwarna kuning. Ini melambangkan kejayaan Kerajaan Kediri di masa lampau. Di antara dua gapura tersebut ada simbol bunga yang diambil dari logo PSSI, menunjukkan bahwa Persik Kediri adalah anggota dari organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia. Di atas gambar gapura terdapat tulisan PERSIK, sebagai nama kesebelasan dan tulisan KEDIRI di bawah gambar gapura, menunjukkan kota asal klub ini.

Logo Persik ini adalah buah rancangan dari seorang seniman Kediri bernama Harsono. Beliau dikenal juga sebagai seorang guru di kota tahu ini. Logo Persik ini dipakai hingga sekarang dan belum mengalami perubahan.

Baca juga : Persik Siap Buka Official Store

WARNA KEBESARAN

Setiap klub sepakbola pasti memiliki warna kebesaran tim, yang diwujudkan dalam warna kostum mereka dan segala sesuatu yg berhubungan dengan klub. Malahan ada tim yang mendapat julukan khas berasal dari warna kebesaran klub. Di luar negeri, ada “The Reds”, “The Blues”, “Rossoneri”, “Nerazzuri”, “Bianconeri” dst. Bagaimana dengan Persik ?

Tentu Anda mudah menjawab, warna kebesaran Persik adalah UNGU ! Malahan warna ungu ini sudah merasuk ke seluruh kota Kediri. Tidak hanya untuk tim Persik, kebanyakan sudut-sudut kota Kediri bernuansa ungu. Kalau Anda jalan-jalan di Kediri, spanduk, cat pagar kantor, tembok-tembok, bahkan tempat sampah pun bernuansa ungu.

Tapi jangan salah, sebenarnya warna kebesaran Persik adalah MERAH dan HITAM ! Ini sesuai dengan warna latar dari logo Persik seperti di atas. Semenjak berdiri pada tahun 1950, kostum kebesaran Persik adalah kaus berwarna merah dan celana berwarna hitam. Lalu bagaimana ceritanya kok tiba-tiba Persik jadi berubah ungu?

Ada cerita unik di balik berubahnya warna kebesaran Persik itu. Persik mulai mengenakan kostum ungu itu sejak sekitar tahun 1999, saat masih mengikuti kompetisi Divisi II. Waktu itu jabatan manajer tim mulai dipegang oleh Iwan Budianto. Saat itu Iwan hendak membelikan 2 set kostum buat Persik untuk persiapan kompetisi. Karena syaratnya memang setiap klub minimal harus punya 2 set kostum yang berbeda warna, satu sebagai kostum utama dan satu lagi kostum cadangan. Nah, Iwan hanya memegang uang Rp. 700.000 untuk dibelikan dua set kostum. Setelah muter-muter, ternyata harga 

satu set kostum yang kualitas bagus hampir Rp. 500.000,- . Tentu gak cukup duitnya untuk beli 2 set. Pikir punya pikir akhirnya Iwan memutuskan untuk membeli kostum yang agak murah harganya dan yang warnanya jarang dipakai oleh klub lain. Dan kostum itu berwarna UNGU !

Semenjak itulah Persik lebih dikenal dengan kostum ungunya. Tidak ada alasan historis yang khusus untuk menjelaskan berubahnya warna kebesaran Persik, selain hanya keterbatasan dana tim waktu itu. Tapi siapa sangka dengan kostum ungu itu Persik menemukan “hoki”nya. Dua kali meraih gelar juara Ligina di tahun 2003 dan 2006 telah membawa Persik sebagai salah satu tim yang diperhitungkan di kancah sepakbola nasional.

Warga Kediri dan Persikmania khususnya sudah terlanjur jatuh cinta dengan warna ungu. Setelah Persik juara Ligina tahun 2006, sempat muncul wacana untuk mengembalikan warna kebesaran Persik ke merah dan hitam. Tapi wacana itu akhirnya hilang dengan sendirinya karena banyak Persikmania yang menolak. Malahan saat Persik melakukan variasi kostum tandang mereka dengan warna kuning dan pernah juga pink…Persikmania tetap kurang sreg. Jadilah seperti sekarang ini, untuk kostum kandang ungu-ungu-ungu dan kostum tandang putih-putih-putih.

Kalau dulu pada awalnya Persik kesulitan untuk menyediakan kostum dalam mengarungi sebuah kompetisi. Pada dua musim terakhir ini Persik mendapat dukungan dari perusahaan apparel terkenal dari Italia, Lotto. Dalam kontrak perjanjian kerjanya, Lotto akan mensupport semua kebutuhan apparel tim mulai dari kaus, celana, kaus kaki, tas, celana training, jaket dan sebagainya.

Baca juga : Persik Kediri: Bring Back Our History

ASAL-USUL JULUKAN MACAN PUTIH

Lazimnya sebuah klub sepakbola pasti punya julukan khusus buat tim. Tak terkecuali Persik Kediri, “Macan Putih” adalah julukan yang melekat dengan tim 2 kali juara Ligina tersebut. Julukan ini tidak muncul semenjak Persik berdiri, tapi baru muncul saat Persik tampil di Divisi II, saat Ketua Umum Persik dijabat oleh Walikota Kediri H.A. Maschut. Dan mulai dipatenkan saat Persik promosi ke Divisi I pada tahun 2001.

Julukan Macan Putih diambil dari lambang Pemerintah Kota Kediri. Di dalam lambang Pemkot Kediri tersebut terdapat 3 unsur utama, yaitu Buto Locoyo (Ki Ageng Dhoho), perisai atau tameng, dan macan berbulu putih. Nah, dari gambar itulah muncul julukan kebesaran Persik, MACAN PUTIH.

So guys, jadi gimana? Sudah tau sejarahnya Persik Kediri kan? Apakah sesuai dengan ekspetasi kamu? Hehe. Yuk, tetap dukung Persik Kediri. Agar kejayaan Persik Kediri kembali!

Baca juga : Bagas Pastikan Tetap Bertahan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: